Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

"High Tea+", Lebih dari Sekedar Ngeteh dan Ngemil

Apa yang pertama terlintas dalam benak Anda ketika mendengar High Tea? Pesta kecil, tempat berkumpulnya para sosialita, budaya barat, ngeteh cantik, lalu apa lagi? Tak ada yang salah dengan opini-opini tersebut. Sayangnya masih banyak yang salah kaprah mengenai tradisi high tea sebagai ajang para sosialita berkumpul sambil ngeteh dan ngemil kudapan manis karena itu sebenarnya adalah afternoon tea, bukan high tea.

Lalu, apa yang membedakan keduanya? Baik, sebelumnya mari kita pahami dulu sejarah afternoon tea maupun high tea. Pada abad ke-19, afternoon tea menjadi kebiasaan bangsawan yang gemar mengonsumsi teh khususnya di waktu sore yang disajikan antara pukul tiga sampai empat sore.

Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Anna Maria Russell, salah satu putri bangsawan bergelar Duchess of Bedford.  Anna menggelar tradisi afternoon tea untuk mengobati rasa lapar dan keinginan untuk mengemil, karena waktu makan malam pada masa itu dimulai pukul delapan malam.




Awalnya, afternoon tea…