Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Digital Nomad, Content Creator dan Laptop Mumpuni

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, profesi atau pekerjaan kian bervariatif. Jika dulu tuntutan pekerjaan mengharuskan seseorang harus bekerja selama delapan jam per hari di kantor yang jauh dari rumahnya, kini sudah banyak pekerja yang bisa menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya tanpa harus ngantor.

Sepuluh tahun silam, mungkin kita tidak pernah membayangkan bahwa akan ada pekerja yang lebih banyak menghabiskan waktu di kafe, resto, di rumah bahkan saat berlibur. Inilah salah satu imbas dari canggihnya teknologi masa kini. Mereka mendobrak "aturan" baku dalam bekerja karena tak harus berlama-lama di kantor (bahkan sampai lembur) dan harus berjalan pulang pergi yang berisiko terjebak macet.

Pekerja-pekerja semacam ini disebut sebagai kaum digital nomad. Berasal dari kata digital karena umumnya bekerja di sektor digital, dan nomaden yang artinya mereka bekerja berpindah-pindah dan tidak memiliki kantor tetap. Pekerjaan mereka hanya membutuhkan dua hal, gadget …

Ada "Co-Working Space" di Jakarta Fair Kemayoran

Lebaran sebentar lagi tiba. Mereka yang sudah 'cuti' dari pekerjaannya kini disibukkan dengan berbagai hal. Mulai dari persiapan mudik, sibuk belanja, dan juga memperbanyak amal ibadah di hari-hari terakhir Ramadhan. Namun tak semua orang merasakan nikmatnya libur panjang. Ada yang masih harus bekerja bahkan di hari H lebaran sekalipun.

Beberapa perusahaan memang memiliki kebijakan untuk tetap beroperasional meski di hari besar atau hari raya. Sebut saja perusahaan di bidang retail, food and beverages, transportasi, dll. Ada juga pekerja yang tetap bekerja dan tak mengenal hari libur, contohnya profesional kreatif dan freelancer. Lalu, bagaimana caranya agar tetap menikmati libur panjang meski diselingi tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan.

Solusinya hanya satu, ya jalan-jalan saja sambil liburan! Koq bisa? Bagaimana caranya? Apa lagi jika tinggal di kota besar seperti Jakarta.


Jangan khawatir, jika Anda adalah pekerja profesional yang tak sempat merasakan nikmatnya li…

Sudah dapat THR? Waktunya Ganti Gadget!

Hari Raya Idul Fitri sudah sangat dekat. Banyak orang sudah sibuk mencari baju baru buat lebaran, ada juga yang masih mencari tiket untuk mudik. Hal yang paling menyenangkan menjelang lebaran adalah turunnya gaji ke-13 alias THR (Tunjangan Hari Raya). Selain nominalnya yang biasanya setara bahkan lebih dari jumlah gaji, THR juga bisa kita manfaatkan untuk beragam hal.

Bagi Anda yang hobi gonta-ganti gadget, atau yang sudah rindu mengganti gadget usangnya dengan yang baru tentu menanti-nantikan cairnya THR untuk membeli gadget idaman. Salah satu gadget yang paling umum digunakan adalah smartphone. Perkembangan teknologi yang pesat turut berperan pada munculnya beragam smartphone dari berbagai vendor dengan keunggulannya masing-masing, mulai dari spek yang mumpuni sampai harga yang retjeh.

Membeli gadget idaman pakai uang THR sah-sah saja dilakukan. Tentunya dengan pertimbangkan kita sudah memposkan setiap lembar uang THR tersebut seperti untuk beli baju baru, beli kue dan parsel, untu…

Blogger is Marketeer

Seorang kawan pernah mengatakan bahwa blogger adalah profesi multitasking dalam dunia digital. Mengapa demikian? Pertama, blogger bukan hanya mengisi konten blognya dengan tulisan menarik tetapi juga mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan web atau blog tersebut. Misalnya meliput atau mereview suatu kegiatan/acara, mewawancarai narasumber, dan lain-lain.

Kedua, blogger juga menjadi editor untuk memperbaiki kata-kata yang typo, mengedit gambar atau foto agar sesuai dengan topik, bahkan menjadi graphic designer agar tampilan blog terlihat menarik dan eye catching. Berbeda dengan web yang sudah memiliki tim dengan tugas masing-masing, blogger harus mengerjakan semuanya sendiri! Wajar jika profesi blogger membutuhkan skill multitasking.

Saya ingin membahas mengenai tampilan desain yang kerap dilupakan oleh blogger. Menggunakan analogi profesi sales & marketing, calon klien tentu akan lebih tertarik dengan marketing yang memiliki tampilan menarik, bukan yang ala kadarnya. Karena…