Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Semangkuk Soto, Segelas Anggur dan Peragaan Busana

Beberapa waktu lalu Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima makanan yang menjadi kuliner nusantara. Selain menjadi ikon kuliner, makanan-makanan tersebut juga menjadi salah satu media promosi untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Menariknya, Rendang yang saya kira berada di urutan pertama, ternyata ada di posisi kedua. Nomor satu yang menjadi ikon kuliner Indonesia adalah SOTO.
Mengapa soto bisa jadi nomor satu, dibandingkan rendang yang sudah mendunia (apalagi ketika dinyanyikan oleh Bule yang jatuh cinta pada masakan khas Minang itu). Jawabannya adalah selain merupakan kuliner asli Indonesia, soto mudah ditemukan di dimana-mana, bahkan setiap daerah punya ciri khas soto masing-masing. Sebut saja Soto Kudus, Soto Lamongan atau Soto Banjar dengan bumbu, rempah serta kearifan lokal dari kota asalnya.
Selaras dengan momen tersebut, Summarecon Mal Kelapa Gading bersama Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarak…

Me & My WAGs

Dalam dunia sepakbola, WAGs adalah singkatan dari Wife and Girlfriends. Sebuah label yang disematkan oleh media untuk deretan kekasih para pesepakbola baik di level klub maupun timnas. Bukan, bukan, saya tidak akan membicarakan tentang my wife and girlfriends (nikah aja belom, pacar pun masih abstrak. Wkwk). WAGs yang saya maksud adalah WhatsApp Groups. Well, saya iseng mengecek berapa sih jumlah WAGs saya, dan ternyata ada 17 grup dalam nomor WhatsApp saya (Setelah dikurasi dan out dari grup-grup unfaedah).
Oke, grup WhatsApp sebenarnya adalah media untuk memudahkan komunikasi untuk, minimal, lebih dari dua orang. Karena WhatsApp Group kini memang lebih populer ketimbang BBM Group (anyway, aplikasi chat ini sudah punah ya?) atau LINE Group. Sisi positif dari WAGs kita bisa memberi atau mendapatkan informasi dengan cepat dan menyeluruh, serta menjalin silaturahmi. Namun poin negatifnya adalah terkadang ada chit chat ngalor ngidul tak penting, bahkan membuat hp hang saking beratnya (a…

"Inilah Pencapaianku di Usia 40 Tahun"

Everything in life happens according to our time, our clock.

They have their own time and clock, and so do you

At age 25, Mark Cuban was a bartender in Dallas

It took till 32 for JK Rowling to be published for Harry Potter after being rejected by 12 publishers

Ortega launch Zara when he was 39. Jack Ma started 

Alibaba when was 35. Virgin was started by Richard Branson at 34

Getting your degree after 25 is still an achievment

Not being married at 30 but still happy is beautiful

Starting a family after 35 is still possible

And buying a house after 40 is still great

Don't let anyone rush you with their timelines
Sebuah video motivasi dari Shetty Jay "membangunkan" saya. Di usia yang menginjak 27 tahun, saya belum merasakan kesuksesan. Namun ternyata, kesuksesan tiap orang punya waktunya sendiri.

Apa tolok ukur kesuksesan dan kebahagiaan? Sebagian mengatakan ingin kaya sebelum 30 tahun, ada yang ingin keliling dunia selagi muda, ada juga yang ingin terus hidup sehat. Semua orang ingi…

Welcome to The Station, Welcome to CGV Cinemas Central Park

"Sometimes the wrong train takes you to the right station.."
Kurang lebih tiga tahun lalu, untuk pertama kalinya saya menonton bioskop di salah satu mall di kawasan Jakarta Barat ini. Dahulu masih bernama Blitzmegaplex dan interior bioskop dibuat bernuansa futuristik. Setelah dibeli oleh CJ CGV, bioskop ini sempat berganti nama menjadi CGV Blitz dan terhitung sejak tahun kemarin resmi menjadi CGV Cinemas. 
Penyegaran dan rebranding tentu perlu dilakukan, salah satunya CGV Cinemas Central Park yang sempat ditutup beberapa bulan lalu untuk renovasi. Jumat (6/4/2018) silam, CGV Cinemas Central Park resmi memperkenalkan tampilan barunya. Tak seperti bioskop pada umumnya, bahkan dengan CGV Cinemas di tempat lain, CGV disini memiliki konsep retro vintage bergaya ala stasiun luar negeri sehingga lebih fresh dan comfortable.




Lobi tampak lebih luas dan lebih terang. Ada banyak spot-spot cantik dan instagramable di tiap sudut. CGV juga tetap mempertahankan konsep cultureplex untuk mem…