Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

"Honor" is Only For The Brave

So stand up don’t stop 
The best is in you  We are the brave, oh oh oh
We are the free, oh oh oh
We have the power to be stronger if we want it  You and me
Sebuah lagu didendangkan oleh penyanyi terkenal asal Australia, Lenka. Sore itu saya datang ke acara launching Honor, smartphone asal Tiongkok yang kini hadir di tanah air. Saya sendiri sempat kaget karena tidak menyangka Honor bukan hanya memperkenalkan jagoannya di ranah gadget, tetapi juga sekaligus membawa sang Global Brand Ambassador.
Setelah menunggu selama 4 tahun, smartphone Honor resmi diluncurkan dengan dengan slogan "For The Brave". Rasanya pas bila Honor memang ponsel pintar yang ditujukan untuk orang-orang yang berani, sama seperti lirik lagu Lenka. Lantas mengapa harus menunggu selama empat tahun sebelum mantap berjualan disini?

"Sebelum masuk ke Indonesia kami melakukan studi terlebih dahulu selama empat tahun. Kami memang baru di sini, tapi kami telah lebih dahulu ada di negara lain seperti Rusia, Prancis, …

Sekotak Cokelat di Ashley Hotel Jakarta

"Life is like a box of chocolates. You never know what you're gonna get.."
Kutipan dari film Forrest Gump yang dibintangi Tom Hanks ini sangat mengena bagi saya pribadi. Hidup memang seperti sebuah kotak cokelat, entah dengan bentuk, rasa dan tampilan seperti apa. Ada rasa sedih, kecewa, marah, bahagia, sukacita dan sebagainya. Namun setidaknya, saya akhirnya mencicipi semua rasa dari kotak coklat itu pada Sabtu (17/3/18) silam.
Bertempat di sebuah hotel di jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat, saya terpilih sebagai salah satu peserta acara BloggerCrony Community 3rd Anniversary. Ashley Hotel Jakarta menjadi  host sebuah acara yang dilabeli sebagai BloggerDay 2018, hari dimana berkumpulnya 100 blogger dari berbagai kalangan, usia dan interest masing-masing dalam suatu wadah komunitas yang didirikan oleh Wardah Fajri atau Mbak Wawa dan Mas Satto Raji ini.
Kesan pertama kala memasuki hotel bisnis ini, saya merasakan nuansa yang elegan namun bersahabat. Interior desainnya juga …

"Memanusiakan" Para Penderita Tuberkulosis

"Uhukkk.. uhukkk.. uuhhuukkk.."
Bunyi suara batuk menggelegar dan ternyata berasal dari seorang penderita TBC (tuberkulosis). Bila berada di dekatnya, apakah yang akan kita lakukan? Langsung menjauh, atau tetap bersikap biasa saja. Secara refleks atau spontan kita pasti langsung menjauh. Tapi bagaimanakah dengan respon si penderita TBC tersebut?
Mari posisikan diri bila kita menjadi pasien atau penderita penyakit tuberkulosis tersebut. Bagaimana rasanya ketika orang-orang menjauhi kita? Dijauhi karena alasan psikis saja sudah sakit rasanya, apalagi bila karena alasan seperti sakit fisik, tentu akan mempengaruhi sisi psikologis. Tak jarang banyak penderita tuberkulosis yang memilih untuk menjauh dari lingkungan sekitar, belum lagi segala penolakan yang ia dapatkan jika "terpaksa" berhubungan dengan dunia luar.
Penderita tuberkulosis (yang sekarang disebut TB) juga seorang manusia biasa. Namun perlakuan dari lingkungan sekitar ada yang kurang manusiawi. Padahal dukun…