Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

"Tokoh Inspiratif", Membuat Perubahan, Memberi Motivasi

Ketika saya remaja, di televisi booming acara talkshow yang selain mengetengahkan isu-isu terkini, juga mengangkat tokoh-tokoh dengan kisah hidup yang menginspirasi. Acara yang dipandu oleh Andy F. Noya itu dikenal dengan nama "Kick Andy". Tokoh-tokoh inspiratif yang menjadi narasumber berasal dari berbagai kalangan, mulai dari selebritis, politikus, aktivis bahkan rakyat jelata.

Beberapa tahun kemudian, muncul acara dengan konsep serupa yang kali ini dibawakan oleh pria yang dikenal sebagai magician atau pesulap, Deddy Corbuzier. Acara "Hitam Putih" juga selalu mengundang tokoh-tokoh inspirasional lainnya yang mayoritas berasal dari masyarakat menengah ke bawah. Kisah masinis yang mengorbankan nyawa demi penumpang, atau tukang becak yang mengembalikan uang ratusan juta rupiah adalah salah dua contohnya.

Tak dipungkiri, masyarakat kita memang membutuhkan tokoh-tokoh inspiratif seperti ini. Maraknya isu yang memecah belah dan mengkotak-kotakkan, isu yang digoreng d…

"The Gade Clean & Gold", Memilah Sampah Menabung Emas

Apa yang pertama terlintas jika mendengar kata sampah? Mayoritas pasti menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak berharga, tidak bernilai dan sebagainya. Akan tetapi, gerakan dan pola hidup 'Go Green' dalam kurun lebih dari sedekade terakhir turut mengubah pandangan dan value terhadap sampah.

Mungkin kita berpikir, sampah hanya dibuang dan akan dikirim ke TPA (Tempat Pembungan Akhir). Namun tanpa perlu membuangnya, sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai, baik nilai ekonomis maupun nilai fungsional. Beberapa waktu lalu, sempat booming tas dan kerajinan tangan yang terbuat dari sampah bekas bungkus minuman instan. Inilah salah satu jenis sampah yang memiliki nilai ekonomis karena bisa dijual dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.


Kita juga paham bahwa sampah bisa diolah menjadi pupuk. Endapan sampah-sampah akan menghasilkan pupuk kompos cair yang bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Inilah salah satu nilai fungsional dari sampah yang bisa digunakan oleh para petani…

Bernostalgia Bersama Tembang Lawas Koes Plus dan Panbers

"Bukan lautan hanya kolam susu..
Kail dan jala cukup menghidupimu..
Tiada badai tiada topan kau temui..
Ikan dan udang menghampiri dirimu..
Orang bilang tanah kita tanah surga..
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.."

"Begini nasib jadi bujangan..
Ke mana mana asalkan suka..
Tiada orang yang melarang..
Hati senang walaupun tak punya uang.."

Sebagai generasi milenial yang lahir di tahun 90-an, telinga kecil saya masih akrab dengan penggalan lirik dua lagu di atas. Meski saat itu masih berseragam putih merah, saya masih familiar dengan lagu-lagu lawas yang sering diputar oleh orang tua maupun tetangga saya.

Awalnya saya tidak menyadari siapa penyanyi dari tembang lawas tersebut. Ternyata lagu itu dinyanyikan oleh grup musik legendaris di Indonesia, Koes Plus. Grup musik yang dulunya bernama "Koes Bersaudara" ini memang hits di tahun 70-an dengan lagu-lagunya yang tak lekang oleh jaman. Apalagi di tahun 2004, sebuah album tribute diluncurkan dimana musisi Erwin Goetawa…

"High Tea+", Lebih dari Sekedar Ngeteh dan Ngemil

Apa yang pertama terlintas dalam benak Anda ketika mendengar High Tea? Pesta kecil, tempat berkumpulnya para sosialita, budaya barat, ngeteh cantik, lalu apa lagi? Tak ada yang salah dengan opini-opini tersebut. Sayangnya masih banyak yang salah kaprah mengenai tradisi high tea sebagai ajang para sosialita berkumpul sambil ngeteh dan ngemil kudapan manis karena itu sebenarnya adalah afternoon tea, bukan high tea.

Lalu, apa yang membedakan keduanya? Baik, sebelumnya mari kita pahami dulu sejarah afternoon tea maupun high tea. Pada abad ke-19, afternoon tea menjadi kebiasaan bangsawan yang gemar mengonsumsi teh khususnya di waktu sore yang disajikan antara pukul tiga sampai empat sore.

Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Anna Maria Russell, salah satu putri bangsawan bergelar Duchess of Bedford.  Anna menggelar tradisi afternoon tea untuk mengobati rasa lapar dan keinginan untuk mengemil, karena waktu makan malam pada masa itu dimulai pukul delapan malam.




Awalnya, afternoon tea…